Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sumber Utama Ajaran Islam


Sumber Utama Ajaran Islam yang Menjadi Tuntunan Hidup Bagi Penganutnya

Sebagai pemeluk Agama Islam segala hal yang bersifat menjalani kehidupan, cara beribadah, aturan hukum dan lain sebagainya telah diatur sedemikian rupa. Tuntunan sebagai pedoman hidup dalam bentuk firman Allah SWT serta tauladan para Nabi dan Rasulnya sebagai sumber utama ajaran Islam

Penganut agama Islam mengerti bahwa dalam proses menjalani hidup, menerapkan aturan dan tata cara beribadah sekalipun memiliki sumber yang datang dari sebuah kitab. Umat Islam mengenal Al-Qur’an, Al-Hadits dan Ijtihad. Melalui sumber tersebut dapat menjadi pedoman hidup bagi manusia.
Sumber Utama Ajaran Islam Al-Qur’an
Kitab tertinggi dan merupakan pedoman terpenting dalam kehidupan seluruh manusia khususnya umat Islam. Hadir dalam bentuk Qara’a atau Yaqra’u paling utama disebut Al-Qur’an yang berarti bacaan. Di dalamnya berisi firman-firman Allah SWT serta merupakan mukjizat dari Nabi Muhammad SAW. 
Disusun dalam bentuk padu (mushaf) lalu diriwayatkan secara turun temurun namun tetap terjaga keasliannya sampai masa yang akan datang. Al-Qur’an diungkapkan melalui tahap-tahapan dengan rentang waktu 23 tahun lamanya. Selama 13 tahun pra Hijrah sampai 10 tahun pasca Hijrah.
  1. Beberapa Keutamaan dari Kitab Al-Qur’an
Turunnya firman-firman Allah bukannya tanpa sebab yang jelas. Melainkan pada masa itu memperingatkan atau memberi contoh bahwa ada perbuatan dilarang dan diperbolehkan untuk dilakukan. Lantas, apa saja keutamaannya?
  • Sebagai Petunjuk (Al-Huda) 
Al-Qur’an sebagai kitab diposisikan sebagai petunjuk. Ada tiga pedoman yang ditujukan bagi seluruh umat manusia, orang-orang bertakwa, serta penerang jalan bagi orang-orang beriman. Sebagaimana kitab suci umat Islam berisikan berbagai aturan-aturan secara jelas dan dapat diterapkan dalam hidup.
Melalui petunjuk tersebut umat manusia akan diarahkan sesuai ketentuan Sang Pencipta agar tidak tersesat dan mendekati sifat, sikap dan perbuatan yang dilarang. Selain itu dengan adanya pedoman hidup dituangkan dalam Al-Qur’an merupakan sumber utama ajaran Islam
  • Sebagai Obat (Al-Asyifa)
Setiap obat berfungsi untuk meredakan penyakit yang diderita oleh seseorang. Namun dalam mengobati penyakit hati seperti iri, dengki, hasad dan ujub memiliki penawarnya sendiri. Bila Al-Qur’an dibaca dengan baik dan sungguh-sungguh segala penyakit hati di atas dapat tersingkirkan.
Meskipun Kitab ini terlihat sebagai tulisan yang dapat dibaca namun makna yang dikandungnya sangat besar. Penyakit mental dipenuhi dengan berbagai urusan duniawi serta masalah tidak pernah usai. Alangkah bijaknya bila mau membaca Al-Qur’an agar memberikan perasaan tenang dan tawaduk.
  • Sebagi Nasihat (Al-Mau’izah)
Di dalam kitab suci umat Islam ini berisi banyak sekali nasihat, pengajaran yang baik serta peringatan mengenai kehidupan seluruh umat manusia. Nasihat yang tertulis di dalam Al-Quran pada umumnya berkaitan terhadap suatu peristiwa atau kejadian dan balasan apa saja diberikan bagi para pelanggar. 
Nasihat bersifat menuntun agar manusia bisa diarahkan sebaik mungkin, karena memiliki akal pikiran supaya memahami mengapa hal tersebut dianjurkan dan keutamaan mematuhinya. Semua kembali lagi karena Allah Maha Mengetahui apa yang tidak diketahui oleh hamba-Nya.
  1. Beberapa Kandungan di dalam Al-Qur’an
Seperti diketahui bahwasanya Al-Qur’an melingkupi banyak hal terkait penciptaan makhluk-Nya. Berisi aturan-aturan yang menuntun umat manusia agar tidak tersesat dari petunjuk. Sebab setiap perbuatan akan menuai balasan dan konsekuensi. Beberapa kandungan di dalam Al-Qur’an antara lain:
  • Prinsip-prinsip rukun iman kepada Allah SWT, para malaikat, kitab-kitab Allah, rasul, hari kiamat, serta Qadha dan Qadar. 
  • Konsep-konsep syari’ah meliputi ibadah secara umum maupun ibadah khusus, seperti pemerintahan, pernikahan, perekonomian, kepentingan bersama dan sebagainya.
  • Kisah para Nabi dan Rasul serta orang-orang terdahulu untuk diambil pelajaran.
  • Sumber ilmu pengetahuan terkait Ketuhanan, keagamaan, makhluk-Nya dan alam semesta.
  • Janji dan balasan bagi umat yang beriman, menaati perintah dan menjauhi larangan, serta hukuman bagi mereka yang berani melanggar perintah dan mendekati larangan. 
Al-Qur’an juga berisi tentang nama-nama manusia dengan sikap terpuji, surge, neraka, malaikat dengan tugasnya masing-masing serta menjelaskan lokasi atau tempat dan kejadian bersejarah (sebagai bukti nyata kekuasan Allah). 
Sumber Utama Ajaran Islam Al-Hadits (Sunnah Rasul)
Hadits merupakan pedoman hidup umat manusia berikutnya yang perlu dipatuhi dan diimani. Berisi berbagai berita, segala periwayatan, perbuatan, takrir dan perkataan Nabi Muhammad SAW. Secara etimologi memiliki arti kebiasaan, undang-undang, serta adat Istiadat sebagaimana pernah dilakukan. 
Al-Hadits merupakan sumber hukum kedua setelah Al-Qur’an memberikan penjelasan lebih spesifik terkait tata cara, perbuatan, serta aturan-aturan yang pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW. Kemudian hal ini ikut dicontoh oleh para sahabat, hingga periwayatannya terus diwariskan biasanya disebut sanad. 
Sebagai sumber hukum bagi umat Islam, sunnah rasul memberikan pedoman secara spesifik terkait tata cara melaksanakan shalat, mengeluarkan zakat, beribadah haji, berpuasa dan sebagainya. Sebab Al-Qur’an bersifat global dan penjelasannya secara umum maka dari sini hadits memberi peran penting. 
Fungsi berikutnya adalah memberikan tata cara menafsirkan ayat-ayat yang tertera di Al-Qur’an, sesuai tuntunan dan dapat dipertanggung-jawabkan demi menghindari terjadinya penafsiran bersifat subjektif. Selain itu sebagai pengikut Nabi dan Rasul-Nya, umat Islam dapat mencontoh perbuatan yang terpuji. 
Al-Hadits berisi peraturan-peraturan yang tidak dijelaskan secara spesifik di dalam Al-Qur’an, seperti mengatasi masalah bersifat teknis dalam kehidupan umat Islam. Sebagai contoh takaran zakat dijelaskan secara terperinci sebagaimana pernah dikatakan atau diterapkan langsung oleh Rasulullah SAW. 
Sumber Utama Ajaran Islam Ijtihad 
Ijtihad merupakan bentuk kesungguhan berusaha yang dilakukan oleh beberapa ulama. Sumber ini memiliki kriteria dan persyaratan tertentu saat menerapkan kejelasan hukum. Bisa juga berhubungan dengan suatu atau beberapa kondisi tertentu, namun belum ditetapkan secara spesifik dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.
Dalam hal ini ulama menggunakan cara berpikir memenuhi syarat dalam memberikan keputusan terhadap suatu hukum. Selain itu, juga berperan dalam menafsirkan serta mengambil kesimpulan dari suatu ayat Al-Qur’an dan Al-Hadits. Hal ini dapat dilihat seperti fatwa yang pernah dicetuskan oleh MUI. 
Ijtihad merupakan sumber utama ketiga aturan Islam dan sifatnya berbeda dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits sebagai tingkatan tertinggi dan terikat dengan syarat-syarat berikut ini:
  • Keputusan yang ditetapkan melalui Ijtihad bukan keputusan absolut. Karena sifatnya masih berupa pemikiran manusia dengan menghubungkan dengan suatu peristiwa atau kejadian sebagaimana bersumber dari Al-Qur’an dan Al-Hadits. Sifatnya yang relatif sama halnya dengan keputusan Ijtihad.
  • Keputusan yang dihasilkan melalui Ijtihad dapat berlaku secara spesifik kepada seseorang saja, atau orang lain dengan kriteria yang disebutkan. Berlaku juga pada suatu waktu, tempat dan keadaan sangat dikhususkan.
  • Sifat dari keputusan melalui hasil ijtihad tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. 
  • Ijtihad tidak dapat diterapkan dalam ibadah mahdah yang sudah jelas ketentuannya.
  • Mempertimbangkan faktor kemaslahatan umum, motivasi, kepentingan bersama dan nilai-nilai sejalan dengan ajaran Islam.
Demikianlah beberapa pengkajian terkait sumber utama ajaran Islam yang memberikan jalan keluar pada umumnya terhadap kehidupan manusia secara keseluruhan dan khususnya pada umat Islam sebagaimana mengimani Allah, Nabi dan Rasul-Nya. 

Post a Comment for "Sumber Utama Ajaran Islam "