Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Hagia Sophia adalah sebuah cerita panjang budaya dan politik Turki

Hagia Sophia

Hagia Sophia adalah bangunan yang awalnya sebuah gereja di Istambul Turki yaitu tempat beribadah kaum ortodhox. Hagia Sophia membentuk garis lurus Hagia Sophia-Masjidil Aqsa-Mekah. Hagia Sophia dalam bahasa  YunaniἉγία Σοφία sementara dalam bahasa latinSancta Sophia/Sancta Sapientia dan dalam bahasa Arab aya shofiya: آيا صوفيا; yang bermakna Kebijaksanaan Suci.


Garis imajiner Hagia Sophia-Masjidil Aqsa-Mekah

Garis imajiner Hagia Sophia-Masjidil Aqsa-Mekah 


Hagia Sohia mempunyai sejarah panjang baik proses pembangunannya maupun sejarah peruntukannya yang seiring dengan dinamika politik di Turki.Beberapa hari belakangan ini Hagia Sophia menjadi bahan perbincangan dunia. Hal itu  disebabkan kebijakan Erdogan, Presiden Turki  ini telah telah membuat keputusan yang banyak menuai kontroversi terutama dunia internasional yaitu  menjadikan Hagia Sophia sebagai masjid. 

Mihrab

Ulasan kali ini tidak akan membahas secara utuh secara politik tetapi sedikit menengok kebelakang tentang sejarah Hagia Sophia. Hagia Shopia adalah salah satu  peninggalan dunia UNESCO ini di dirikan tahun 532-537 sebagai sebuah gereja dibawah pemerintahan Kaisar Yustinianus I. Arsitektur awal Hagia Sophia sendiri didesain oleh dua pakar ukur asal Yunani yang populer bernama Isidore dari Miletus serta Anthemius dari Tralles.

Selesai pembangunan, Hagia Sophia menjadi terkenal sebagai salah satu katedral terbesar di dunia yang mempunyai arti istimewa untuk komunitas Orthodox. Namun, selang 900 lebih tahun kemudian, yaitu tahun 1453, Konstantinopel mengalami penaklukan oleh Utsmani. Terdapat beberapa perbedaan pendapat dan kontroversi mengenai situasi penaklukan tersebuat. Banyak diberitakan bahwa ada perintah dari Sultan Mehmed II yang memberi kebebasan kepada Utsmani, untuk menaklukan dan menjarah kota konstatinopel dengan mengambail harta benda sebagai rampasan. Kejadian ini jadi sejarah kelam.
Tentu tidak untuk maksud merendahkan atau menghakimi siapapun, sejarah mencatat kalau dalam penjarahan ini, ada pembunuhan serta pelecehan seksual kepada umat Orthodox yang dikala itu berlindung di dalam Hagia Sophia. Pada hari ketiga penaklukan Konstantinopel, Sultan Mehmed II memberi perintah supaya penjarahan dihentikan serta dia mengirim pasukannya kembali ke Konstantinopel. Hanya dalam kurun waktu 3 hari ini, Hagia Sophia di ubah fungsi menjadi masjid atas perintah Sultan Mehmed II.


Ulasan Wikipedia tentang adnya penjarahan 

Ada yang menyangkal dan menyebut bahwa pembunuhan,penjarahan dan pelecehan seksual di awal penguasaan Konstantinopel adalah hoax. Tidak menjadi masalah selama itu untuk bahan diskusi dan pembelajaran mencari kebenaran sejarah.Tetapi banyak sumber yang memberitakan itu. Semenjak itu, Hagia Sophia menjadi Masjid kekaisaran. Meski begitu, keberadaan Gereja Kristen Ortodoks senantiasa diakui, sebagaimana dalam sistem millet Utsmani memberikan hak khusus untuk mengatur urusan bagi penganut agama non-Islam.
Selanjutnya Gennadius Scholarius lalu diangkat sebagai Patriark Konstantinopel I pada masa pemerintahan Utsmani, yang menetapkan perannya di Gereja Rasul Suci, kemudian pindah ke Gereja Pammakaristos.


Mozaik Suktan Mehmed Alfatih bersama Patriark Gennadius II

Mozaik Suktan Mehmed Alfatih bersama Patriark Gennadius II 

sumber gambar: wikipedia

Setelah berubah fungsi menjadi masjid,  Hagia Sophia banyak  ditambahkan arsitektur yang menawan khas Kesultanan Ottoman serta di dalamnya dibangun sebuah perpustakaan. Pada tahun 1717, pada masa kepemimpinan Sultan Ahmed III, Hagia Shopia dilakukan renovasi. Meski mengalami renovasi tetapi banyak bagian arsitektur Hagia Shopia Turki yang dilestarikan, seperti mozaik-mozaik indah bisa terselamatkan. Renovasi ini berlangsung sampai kesultanan Utsmani yaitu November 1922, akibat kekalahan pada perang dunia I yang dimulai tahun 1918. Pemerintahan kesulatanan  kemudian digantikan sistem pemerintahan sekuler Turki. Hagia Shopia ditutup selang waktu 4 tahun pada masa itu.
Pondok Sultan (Sultan Mahfili)
Pondok Sultan (Sultan Mahfili)

Akhirnya pada tahun 1935, Hagia Sophia dibuka Kembali tetapi dialihfungsikan sebagai  Hagia Sophia museum. Presiden pertama republik sekuler waktu itu, Mustafa Kemal Ataturk memberikan perintah agar Hagia Shopia dialihfunsikan sebagai museum. Mozaik- mozaik yang tadinya ditutup sebab banyak lukisan Kristen dibuka kembali yang membuat Hagia Shopia menjadi perpaduan dua budaya dan agama  yang berbeda.
Dimasa itu Pemerintah Turki melarang keras pemakaian Hagia Sophia untuk tempat ibadah. Waktu berjalan sampai memasuki abad-21 ada dua kubu yang ingin menghidupkan lagi keinginan Hagia sebagai Masjid dan Gereja. Kubu pertama diusung  oleh politikus Yunani bernama Chris Spirou yang menginginkan Hagia Sophia untuk menjadi Gereja Orthodox Yunani. Kubu yang kedua diinisiasi Wakil Perdana Menteri Turki bernama Bülent Arınç yang ingin mengembalikan Hagia Sophia jadi masjid.

Adzan berkumandang lagi di Hagia Sophia 

Hagia Shopia
Hagia Shopia


Sampai  pada 10 Juli 2020, Presiden Turki Erdogan menandatangani dekrit tentang perubahan Hagia Shopia menjadi Masjid. Adzan pun mulai dikumandangkan di Hagia Shopia. Pengadilaan utama Turki mencabut dan membatalkan status Hagia Sophia sabagai museum. Keputusan itu seperti membuka celah untuk pemerintah Turki untuk menjadikan  Hagia Shopia sebagai masjid.




Sekelam apapun wajah sejarah tetap saja menyimpan hkmah yang kita petik untuk menjadi buah pikiran yang kan menispirasi kebaikan dimasa depan. Semua terjadi supaya kita banyak  belajar agar tidak mengulangi sesuatu yang buruk dan membuat keputusan yang baik. Tentu tidak perlu untuk menutupinya. Tiap kisah sejarah tentang peradaban pun kebudayaan tak sedikit  memiliki celah  dosa, Pun tentang Perang Salib, atau kisah mesjid di Andalusia serta peristiwa besar lainnya mempunyai sisi salah. Inshaa Allah, nanti disambung lagi kisah tentang Andalusia.

walahu'alam



Sumber/Source: wikipedia

Post a Comment for "Hagia Sophia adalah sebuah cerita panjang budaya dan politik Turki"